Setiap kali akhir semester genap tiba, pemandangan di ruang Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) di berbagai universitas maupun SMK besar nyaris selalu sama yaitu Staf administrasi kelelahan menghadapi antrean panjang mahasiswa yang membawa map tebal, hardcover laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL), dan draf skripsi fisik.
Dalam hitungan minggu, puluhan ribu lembar kertas ini akan menumpuk menjadi “gunung dokumen” di gudang arsip kampus.
Sebagai Kepala Administrasi, Anda tahu persis risiko dari tumpukan ini yaitu dokumen rentan rusak dimakan rayap, hilang terselip, memakan biaya sewa ruangan yang mahal, dan yang paling menakutkan adalah sangat sulit dicari ketika asesor dari BAN-PT datang melakukan visitasi akreditasi secara mendadak.
Sama seperti rumah sakit yang kini diwajibkan pemerintah untuk beralih dari rekam medis fisik ke Rekam Medis Elektronik (RME), institusi pendidikan di era industri 4.0 juga tidak bisa lagi berlindung dibalik tumpukan kertas.
Institusi Pendidikan membutuhkan solusi Bebas Kertas / Paperless System. Untuk menjawab tantangan administratif ini, kami di Dika Karya Tech mengembangkan SISAN—sebuah platform sistem informasi digital yang dirancang khusus untuk mengatasi birokrasi kertas di lingkungan kampus.
Visualisasi transformasi digital: Meninggalkan metode pemberkasan manual yang memakan tempat (kiri) menuju linkungan institusi pendidikan berbasis cloud (kanan).
Alih-alih memaksa mahasiswa mencetak 3 rangkap laporan PKL dan meminta tanda tangan dari dosen pembimbing (yang sering kali sulit ditemui di kampus), SISAN mendigitalisasi seluruh alur tersebut:
Berinvestasi pada software sering kali dianggap sebagai beban biaya oleh pihak Rektorat. Mari kita pecahkan asumsi tersebut dengan perhitungan matematis yang terjadi di lapangan.
Kita ambil contoh sebuah perguruan tinggi tingkat menengah dengan 2.000 mahasiswa aktif yang harus menyerahkan laporan tiap tahunnya:
Biaya Model Lama (Fisik):
Biaya Cetak, Jilid Hardcover, dan Map (Beban Mahasiswa/Kampus) = Rp 150.000 / Dokumen. Waktu Pencarian Arsip Manual saat Akreditasi = Rata-rata 2 Hari Kerja (Harus membongkar gudang). Total Pemborosan Biaya Kertas = 2.000 x Rp 150.000 = Rp 300.000.000 per tahun.Efisiensi Model Baru (SISAN):
Total Biaya Kertas Laporan PKL = Rp 0 (Digital 100%). Waktu Pencarian Dokumen untuk Asesor Akreditasi = 5 Detik (Melalui fitur Search Query SISAN).Penghematan Makro = Ratusan Juta Rupiah + Kecepatan Audit Kelas Wahid.
Perhitungan di atas bahkan belum memasukkan biaya tersembunyi seperti pembelian rak besi baru, pendingin ruangan untuk gudang arsip, serta upah staf honorer tambahan untuk menyortir kertas.
Di tahun 2026, reputasi dan modernitas sebuah universitas tidak lagi diukur dari seberapa besar dan megah gedung arsip atau perpustakaan fisiknya. Institusi pendidikan terkemuka diukur dari seberapa cepat, aman, dan efisien data akademiknya dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan.
Digitalisasi pemberkasan PKL dan administrasi menggunakan SISAN bukan sekadar upgrade teknologi IT biasa; ini adalah komitmen institusi Anda terhadap efisiensi operasional dan pelestarian lingkungan (Green Campus).
Transformasikan kampus Anda menjadi institusi pendidikan modern yang ramah lingkungan. Jadwalkan demo gratis SISAN bersama tim Dika Karya Tech dan rasakan kemudahan pencarian arsip.